Kamis, 28 Oktober 2010

Rasulullah Saw, Idolaku & Kalian

Assalamu'alaikum.

Diriwayatkan didalam Shohih Bukhori, ketika Abu Hurairah ra wa ardhoh, sudah lama tidak makan dan lapar, mencari kepada Abu Bakar As-Sidiq ra, bertamu tidak mendapatkan apa-apa, datang kepada Umar ra, belum dapat jawaban apa-apa dan belum dapat makanan, Rasul jumpa dengannya, Rasul melihat wajah Abu Hurairah, senyum, tahu, lapar engkau ini wahai Abu Hurairah, Rasul memanggilnya dengan ucapan yang akrab, yaitu ya Abahir, disingkat oleh Rasul, jadi Rasulullah juga suka menyingkat nama, kalau kita misalnya nama Budi, Rasul panggil Bud begitu, dengan ucapan akrab, menunjukkan betapa akrabnya sang Nabi dengan Abu Hurairah, seraya berkata; (tidak mengatakan); ya Abu Hurairah, beliau berkata: ya Abahir, “singkat saja”, ikut denganku, 

Maka Abu Hurairah berkata; aku ikut dengannya, sampai lagi kerumah beliau, memang dari rumah beliau, sampai kerumah beliau diizinkan masuk, Rasul lihat ada satu bejana susu, tanya pada istri beliau; ini dari mana bejana susu? tadi tamu datang bawakan untukmu, Rasul melihat wajah Abu Hurairah ra, wajah orang yang sudah menahan lapar dan melihat bejana susu, Rasul berkata ; ya Abahir, panggilan singkat lagi, kita punya ahlu suffah ada berapa orang disebelah? Sebelah rumah Rasul itu Masjid Nabawi, disitu tinggal ahlu suffah, ahlu suffah itu orang yang tidak punya keluarga, tidak punya kerjaan, tidak punya apa-apa, sebatang kara tinggal masjid, yang menafkahinya Rasul SAW, makan kalau ada makanan, tidak makan kalau tidak ada makanan, dan mereka belajar bersama Rasul, Abu Hurairah menjaga mereka, coba lihat ahlu suffah sudah pada makan belum? Belum ya Rasulullah, panggil kesini! 

Abu Hurairah yang meriwayatkan hadits ini berkata dalam hatinya; masya Allah, ahlu suffah bukan satu orang, ini bejana cuma segitu, kira-kira begitu” kalau aku ini lemah, akhirnya nanti aku tidak bisa diperintah oleh Rasul, kalau Rasulullah suruh apa-apa, aku tidak mampu karena aku lemah, karena lapar, meskinya aku dulu minum bejana itu, ini riwayat Shohih Bukhori, Abu Hurairah mengatakan demikian, maka ia memanggil ahlu suffah, maka Rasul SAW terus memberi tarbiyah kepada Abu Hurairah untuk mendahulukan orang lain, Rasul berkata; ya Abahir (nama ringkas lagi) Abahir, ini bejana bagikan pada mereka! Rasul tidak langsung berikan kepada ahlu suffah, Abu Hurairah yang disuruh bagi, Rasul tahu ini yang paling mau terhadap air susu ini, Rasul bilang; engkau yang bagi, 

Abu Hurairah membagikan kepada orang pertama, orang pertama minum sampai puas, dikembalikan lagi pada Abu Hurairah, Abu Hurairah berikan pada orang kedua, terus sampai selesai, semua ahlu suffah sudah minum, Abu Hurairah kembalikan kepada Rasul, Rasul pegang bejana, beliau berkata; sekarang tinggal aku dan engkau wahai Abahir, senang lihat akhlak Nabi Muhammad SAW, isyrob ya abahir! sekarang engkau minum! ya Rasulullah, tidak, isyrob ya abahir! minum! Abu Hurairah tahu ini perintah, perintah Rasul kalau tidak dilakukan dosa besar, maka diminumlah, selesai, minum lagi Abu Hurairah ! minum lagi, minum lagi ! hingga ia berkata; cukup ya Rasulullah tidak ada tempat lagi, baru Rasulullah SAW minum, orang yang terakhir minum, dari semua orang yang lapar dan susah, SAW wa barak’alaih, 

Demikian indahnya Nabi kita Muhammad SAW, dan beliau memberi didikan kepada Abu Hurairah, justru disaat kesusahan itu, perhatikan juga orang lain, orang lain dulu sudah selesai, baru orang yang dekat dengan Rasul, baru Rasul SAW, demikian semulia-mulia pemimpin, semulia-mulia panutan sayyidina Muhammad SAW wa barak’alaih wa ‘ala alih.

Rasul SAW adalah sosok yang paling indah, doa-doa beliau seindah-indah doa, sehingga diriwayatkan didalam Shohih Bukhori, doa yang paling banyak diucapkan oleh Rasul adalah: “ aatina fiddunia hasanah wa fil-aakhiroti hasanah waqinaa ‘adzaabannaar” ini “aktsaruddu’a” Nabi SAW, ini doa Nabi SAW yang paling banyak dan paling sering beliau sebut,apa? Robbii kebahagiaan di dunia, kebahagiaan di akhirat dan lepaskan dari siksa neraka” demikian indahnya akhlak, Nabiyyuna Muhammad SAW, demikian indahnya jiwa dan tuntunan beliau SAW wa barak’alaihi wa ‘ala alih. 

Wassalam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar