Minggu, 07 November 2010

Allah swt Tidak Akan Mengecewakan Rasulullah saw. (Bagian 5)

Hadirin hadirat, saya ingatkan kembali sadari makna kewibawaan nama Allah subhanahu wata'ala yang menahan kehancuran alam semesta, hanya karena seseorang yang masih menyebat nama Allahu Allahu. Maka bagaimana kehadiran kita di malam hari ini , lebih dari 40000 muslimin muslimat berkumpul di malam hari ini, dan setiap malam mejelis Rasulullah mengadakan dzikir jalalah, hingga 40 malam kita akan terus berdzikir lafazh Jalalah 500 kali setiap malamnya untuk meredam semua musibah, menenangkan gunung-gunung, menenangkan hujan dan yang lainnya, bukan kita meminta kepada gunung atau yang lainnya, namun kita memita kepada pemilik gunung, meminta kepada pemilik hujan, dan pemilik lautan, agar Allah subhanahu wata'ala tenangka karen semua ini adalah milik-Nya dan tunduk kepada pemiliknya, tunduk kepada kepada rabbul 'alamin subhanahu wata'ala …..

فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا ...

Ucapkanlah bersama-sama

يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ...لاَ إِلهَ إِلَّا الله رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ...لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ... مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Pengumuman malam minggu yang akan datang, kita akan mengadakan takbir akbar dan ziarah kubra di majelis ta'lim Al Islah di Jl. Kramat 3 Kwitang Jakarta Pusat, setelah majelis kita akan ziarah kepada Al Habib Ali bin Abdirrahman Al Habsyi Kwitang lalu berziarah kepada ayahandanya Al Habib Abdurrahman Al Habsyi Cikini, jadi saya harapkan 2 hal dari jamaah, yang pertama untuk menggunakan helm demi menjaga nama baik Majelis Rasulullah, dan yang kedua jangan mendahului ziarah namun kita berdzikir dulu, jangan meninggalkan dzikir karena setiap malam kita melakukan dzikir lafzh Jalalah, demikian yang ingin saya sampaikan. Selanjutnya kita saling doa dan saling mendukung untuk membantu kemajuan dakawah kita dan kesuksesan acara kedatangan guru mulia kita Al Musnid Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafizh, yang Insyaallah di akhir Desember 2010. Kita akan mengadakan acara besar-besaran insyaallah sukses, mungkin kita akan pasang 40 sampai 60 baleho, hingga ke Pekalongan, Demak, Denpasar, Banjarmasin dan Jawa Timur Insyaallah. Kita berharap jamaah yang hadir melebihi 5 juta muslimin muslimat, dan kita akan mengundang ulama-ulama besar dari pulau Jawa dari para ulama sepuh dan para habaib akan berkumpul di Monas, semoga segala halangan dan rinatangan disingkirkan oleh Allah subhanahu wata'ala dan membawa rahmat bagi kita semua. Selanjutnya kita bertawassul kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebagaimana firman Allah subhanahu wata'ala :

وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا

( النساء: 64 )

"Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang" (QS. An Nisaa: 64 )

Ketika para sahabat telah merasa banyak berbuat salah, mereka berdatangan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu mereka beristighfar kepada Allah, lalu Rasulullah memohonkan ampunan untuk mereka, maka Allah mengampuni dosa mereka dan berkasih sayang. Hal ini di zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, namun Al Imam Ibn Katsir di dalam tafsirnya menukil riwayat dari Al Imam Qurthubi bahwa salah seorang Baduwi datang ziarah ke makam Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan ia membaca ayat itu, maka ia berkata : "Wahai Allah, aku sekarang datang kepada Rasulullah shallallahu 'aalaihi wasallam walaupun beliau telah wafat, namun telah engkau firmankan :

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

(آل عمران : 169 )

"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki" (QS. Ali Imaran: 169)

Apalagi pimpinan orang-orang yang wafat di jalan Allah, sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Yang telah bersabda, sebagaimana yang telah dinukil oelh Al Imam Ibn Katsir : "Siapa yang bersalam kepadaku, maka Allah subhanahu wata'ala menyampaikannya kepadaku dan aku menjawab salamnya" , maka orang baduwi itu berkata : "wahai Allah aku tidak hidup di zaman Rasulullah, sekarang aku datang ke makamnya, maka aku mohon pengampunan-Mu di hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bukan makamnya akan tetapi ruh beliau shallallahu 'alaihi wasallam, maka jika engkau ampuni dosaku akan gembiralah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan akan sedihlah syaitan, dan jika engkau tidak mengampuni dosaku maka akan bersedihlah Rasulullah dan gembiralah syaitan, dan sungguh tidak mungkin Kau akan menyedihkan nabi-Mu dan menggembirakan syaitan", maka Al Imam Qurthubi yang duduk disana mengantuk lalu tertidur, ia bermimpi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata : "wahai Qurthubi bangun dan kejarlah orang baduwi itu dan katakan kepadanya bahwa Allah telah mengampuni dosa-dosanya". 

Maka kita bertawassul kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berdoa agar Allah subhanahu wata'ala menjauhkan musibah dari kita dan muslimin muslimat, serta mengampuni dosa-dosa kita dan menjaga kita dalam sebaik-baik keadaan, amin. Setelah itu kalimah talqin oleh guru kita fadhilah As Sayyid Al Habib Hud bin Muhammad Baqir Al Atthas.

Terakhir Diperbaharui ( Sunday, 07 November 2010 )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar