Minggu, 07 November 2010

Allah swt Tidak Akan Mengecewakan Rasulullah saw. (Bagian 4)

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Saya tidak berpanjang lebar menyampaikan tausiah, namun kita terus berdoa untuk niat dan hajat kita dengan selalu melanjutkan dzikir jalalah sebanyak 500 kali setiap malamnya. Dulu kita hanya lakukan setiap malam Sabtu, namun kita lihat saat ini banyak musibah terjadi, gunung-gunung berapi bisa kita bilang demo, bukan hanya manusia saja yang bisa demo, jika manusia yang demo maka polisi bisa mengamankan, namun jika gunung yang demo siapa yang mengamankan?!. Saat ini lebih dari 21 gunung berapi yang demo, demo karena apa?, demo karena dosa ummat Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, karena sungguh gunung-gunung itu adalah pecinta sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, semua gunung memuliakan nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Saat Rasulullah dilempari oleh penduduk thaif, maka malaikat penjaga semua gunung yang diperintah oleh Allah untuk menggengam semua gunung di bumi datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata : "wahai Rasulullah aku angkat satu gunung saja lalu aku lemparkan ke Thaif ", maka Rasulullah menjawab : "jangan", ingat bahwa gunung itu ada yang menjaganya dan ia berkhidmah kepada sayyidina dengan perintah Allah subhanahu wata'ala, itu yang pertama. Yang kedua adalah bagaimana cintanya gunung Uhud kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sebagaimana riwayat Shahih Al Bukhari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

هَذَا جَبَلٌ يُحِبُّنَا وَنُحِبُّهُ

" Ini adalah gunung yang mencintai kami, dan kami mencintainya "

Gunung-gunung mencintai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, memangnya gunung punya perasaan?!, jika kalian beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan beriman kepada Alqur'an maka kalian akan beriman bahwa gunung itu punya perasaan, karena Allah telah berfirman:

لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآَنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

( الحشر: 21)

" Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir" (QS. Al Hasyr: 21 )

Gunung takut kepada Allah, maka berarti gunung itu mempunyai perasaan. Dan ingatlah firman Allah:

فَلَمَّا تَجَلَّى رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَى صَعِقًا فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ

( الأعراف : 143 )

" Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu , dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman" (QS. Al A'raf : 143 )

Hal ini menunjukkan bahwa gunung-gunung ini semua memuliakan dan mengagungkan Allah subhanahu wata'ala, bertasbih dan berdzikir kepada Allah, taat dan takut kepada Allah. Dan mereka itu akan tenang jika seandainya manusia berdzikir mengingat Allah, maka gunung dan alam semesta tidak akan mengganggu orang-orang yang berdzikir. Namun ketika manusia melupakan Allah subhanahu wata'ala, maka gunung-gunung itu juga ingin menuntun kita dan membantu nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam untuk mengarahkan ummatnya agar kembali bertobat. Sampai pertanyaan kepada saya : "Bib, apakah Majelis Rasulullah tidak membuat posko untuk bencana-bencana gunung berapi?", iya kita membuat posko, dan posko-posko kita adalah di majelis kita dalam dzikir-dzikir kita kepada Allah subhanahu wata'ala untuk meredakan semua gunung, karena semua gunung ada dalam genggaman rabbul 'alamin. Dan tidak ada yang lebih berwibawa dari nama Allah subhanahu wata'ala, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

لَا تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى أَنْ لَاتُقَالَ فِي الأَرْضِ الله الله

" Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga tidak lagi diucapkan "Allah Allah" di dunia"

Dan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

لَا تَقُوْمُ السَّاعَةُ عَلَى رَجُلٍ يَقُوْلُ اَلله الله

" Tidak akan terjadi hari kiamat pada seseorang yang mengucapkan "Allah Allah"

Tidak akan datang hari kiamat selama masih ada yang memanggil nama Allah, dan tidak pula akan datang hari kiamat menimpa seseorang yang menyebut nama Allahu Allahu. Jangan kita melihat orangnya, namun kita lihat kewibawaan nama Allah subhanahu wata'ala, satu jiwa yang menyebut nama Allah, hal itu menahan hancurnya alam semesta, jangankan hanya 1 atau dua gunung 20 gunung pun akan reda dengan kewibawaan cahaya nama Allah. Cahaya kewibawaan Allah menghancurkan gunung di zaman nabi Musa AS, dan jika Al Qur'an diturunkan kepada gunung, maka gunung itu hancur, bukankah Al quran itu kesemuanya adalah rahasia keagungan dari pecahan dari nama Allah subhanahu wata'ala. Maka inilah nama Yang Maha Berwibawa, yang jika ada pada sanubari manusia, dilafazhkan atau diingat, maka seluruh kehancuran alam ini akan tertahan karena masih ada yang mengingat dan menyebut nama Allah. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar