Minggu, 07 November 2010

Allah swt Tidak Akan Mengecewakan Rasulullah saw. (Bagian 1)

Ditulis Oleh: Munzir Almusawa 
Sunday, 07 November 2010
Allah swt Tidak Akan Mengecewakan Rasulullah saw
Senin, 01 November 2010


قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنِّيْ رَسُولُ اللهِ وَلَنْ يُضَيِّعَنِيَ اللهُ أَبَدًا

(صحيح البخاري)

Sabda Rasulullah saw : “Sungguh Aku Rasulullah, dan Allah swt tidak akan mengecewakanku selama lamanya” (Shahih Bukhari)

ImageAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَالْحَمْدُلله الَّذِي جَمَعَنَا فِيْ هَذِهِ الْمُنَاسَبَةِ الطَّيِّبَةِ الطَّاهِرَةِ...

Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata'ala Yang Maha Luhur, Yang Maha melimpahkan keluhuran sepanjang waktu dan zaman kepada hamba-hamba yang telah menyiapkan sanubari dan dirinya untuk dilimpahi keluhuran. Keluhuran yang Allah limpahkan itu datang dengan kedatangan para nabi dan rasul sampai pada akhir pembawa keluhuran terluhur, nabi yang paling luhur dan menjadi terluhurkan semua pengikut beliau, sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Pemimpin hamba yang menuntun kepada keluhuran hingga terluhurkanlah jiwa dari gelapnya kehinaan menuju puncak-puncak keluhuran, dari jurang-jurang dosa menuju puncak-puncak kesucian, dari jurang-jurang kemurkaan Allah menuju puncak-puncak keridhaan Allah, dari samudera kesalahan menuju samudera pengampunan dari Maha Raja langit dan bumi Yang tiada berhenti memandang setiap hamba-Nya, dan memelihara hamba-Nya sejak mereka masih di alam rahim bahkan sebelum mereka di alam rahim hingga mereka hidup di muka bumi dan kemudian wafat, sungguh tidak ada yang selalu bersamamu kecuali Allah subhanahu wata'ala. Dia selalu bersamamu disaat engkau berada di alam ruh, kemudian engkau di alam rahim lalu di alam dunia, hingga engkau di alam barzakh. Dialah Allah Yang selalu bersama kita di setiap detik dan kejap, tidak sedetik atau sekejap pun engkau lepas dari kebersamaan Allah, sebagaimana firman-Nya:

وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

(الحديد: 4)

"Dan Dia (Allah) bersama kamu di mana saja kamu berada, dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan" (QS. Al Hadid: 4)

Sang Maha Luhur selalu bersama kita dan bagaimana dengan diri kita, bagaimana dengan sanubari kita, berapa detik sanubari kita bersama Allah, dalam usia kita yang telah lewat berapa detik kerinduan kita kepada Allah, berapa banyak hal yang kita ingat selain Allah, berapa banyak kita mengingat Allah, berapa banyak kita tidak mengingat Allah, berapa banyak kalimat yang kita ucapkan dari nama selain Allah, manakah yang lebih banyak kita ucapkan, nama Allah ataukah nama makhluk-Nya?, ucapan yang diridhai Allah ataukah yang dimurkai-Nya?, ucapan yang mulia di sisi Allah ataukah yang tiada berarti di sisi-Nya?. 

Hadirin hadirta, semua ini memanggil kita untuk semakin dekat kepada Yang Maha memaafkan, memanggil kita dan mengingatkan kita untuk mendekat kepada Yang Maha mengubah segala kejadian. Ingatlah di hari esokmu, Sang Maha pengatur tetap akan mengatur. Musibah dan kenikmatan berada dalam satu genggaman tunggal, berapa ribu musibah yang masih akan datang kepadamu dan berapa ribu kenikmatan yang akan datang kepadamu di masa mendatang, Sang Maha melihat sedang melihatmu dan akan terus melihatmu, barangkali hingga detik ini ada segelintir detik dalam sanubarimu menangis ingin dekat kepada Allah, maka Allah angkat ribuan musibah sebelum engkau ketahui dan engkau dilimpahi rahmat dan beribu kenikmatan tanpa engkau sadari. 

Hadirin hadirat, Sang Maha mengatur akan tetap mengatur, Sang Maha mementukan akan tetap menentukan, Sang Maha memudahkan mampu melimpahkan kemudahan, Sang Maha memberi cobaan mampu memberi cobaan dan mampu menggantikannya dengan kenikmatan. Di bulan yang luhur ini kita mengingat kejadian agung, yaitu perjanjian Hudaibiyah yang terjadi pada bulan Dzulqa'dah tahun 6 H. Sebagaimana dalam riwayat Shahih Al Bukhari, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar dari Madinah Al Munawwarah bersama 1400 kaum muslimin menuju Makkah untuk melakukan ibadah umrah dan bukan untuk maksud peperangan dan kekerasan dengan senjata, tetapi mereka membawa hewan ternak untuk disembelih sebagai hewan kurban, maka terdengar kabar oleh kaum kuffar quraisy bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menuju Makkah bersama 1400 kaum muslimin untuk melakukan ibadah di Makkah. 

Maka kaum Quraisy mengirim seorang utusan (Urwah) untuk datang kepada Rasulullah dan menanyakan maksud kedatangan beliau ke Makkah. Maka Rasulullah menjawa : "bukankah kalian saudara kami, dan aku datang bersama kaum muslimin dengan kedamaian bukan untuk perang, lihatlah pakaian kami, lihatlah yang kami bawa adalah hewan-hewan ternak yang akan kami sembelih disana, apakah kalian melihat kami membawa senjata?", dan setiap kali rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berbicara maka Urwah memegang jenggot rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka marahlah sayyidina Mughirah Ra melihat hal itu kemudian ia memukulkan pedangnya yang masih tertutup dengan sarungnya ke tangan Urwah ketika akan menyentuh jenggot Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan bekata: "jangan kau sentuh lagi jenggot rasulullah, bersopan santunlah dihadapan rasulullah dan katakan saja apa maumu?" , namun rasulullah tetap sabar dan tenang, sedangkan Urwah masih terdiam. Sehingga diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari bahwa Urwah berkata : "Aku telah pergi ke kerajann Romawi dan aku melihat semua rakyat memuliakan kaisar Romawi, aku melihat rakyat memuliakan kaisar Kisra, dan pengagungan rakyat kepada raja Habasyah, namun tidak pernah kumelihat pengagungan rakyat kepada pemimpinnya seperti pengagungan para sahabat kepada Muhammad, dan banyak diantara mereka tidak mengangkat kepala untuk memandang wajah nabi Muhmmad karena memuliakan beliau".

Diriwayatkan pula ketika rasulullah telah wafat ada seseorang bertanya kepada salah seorang sahabat dan dia ingin mengetahui bentuk wajah rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka sahabat itu berkata: "sejak aku masuk Islam dan aku mengenal Rasulullah, sungguh aku tidak pernah berani memandang wajah rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam", karena memuliakan beliau. Dan Urwah melihat lagi keadaan para sahabat dan berkata : " tidaklah nabi Muhammad membuang air liurnya kecuali telah berada di tangan sahabat lalu diusapkan ke wajah para sahabat". Air liur dan keringat beliau shallallahu 'alaihi wasallam lebih wangi dari segala wewangian yang ada di langit dan bumi, demikian ciptaan Allah yang terindah, sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. 

Diriwayatkan pula bahwa setelah Rasulullah selesai berwudhu, maka para sahabat berebutan untuk mengambil bekas air wudhu sang nabi kemudian mengusapkan ke wajah dan tubuh mereka, dan yang tidak kebagian air itu maka ia mengambil bekas air yang telah diusapkan ke tubuh temannya, kemudian diusapkan ke wajahnya. Hal ini bukanlah sesuatu yang syirik, namun hal ini adalah cinta para sahabat kepada rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Perbuatan para sahabat rasulullah yang saat ini telah dianggap sebagai sesuatu yang syirik, sungguh hal itu sama sekali tidak dilarang oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, untuk mengambil barakah dari orang-orang shalih khususnya orang yang tershalih, sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar