Minggu, 07 November 2010

Allah swt Tidak Akan Mengecewakan Rasulullah saw. (Bagian 2)

Maka setelah Urwah melihat keadaan seperti itu, dia merasa kecewa dan kembali ke Makkah dia berkata: "kaum muslimin datang dengan damai dan yang mereka bawa hanyalah hewan-hewan ternak yang akan disembelih untuk kurban, tidak membawa senjata untuk berperang, namun jika kita (kaum quraisy) perangi mereka, maka kita akan dikalahkan karena aku melihat bahwa para sahabat sangat mengagungkan nabi Muhammad melebihi pengagungan rakyat kepada kaisar romawi, melebihi pengagungan rakyat kepada raja Habasyi, melebihi penggungan rakyat kepada kaisar Kisra". 

Maka kuffar quraisy mengirim utusan yang lain dan dikirimlah Suhail untuk menahan Rasulullah dan kaum muslimin untuk tidak masuk ke Makkah, maka Suhail membuat perjanjian dengan Rasulullah untuk tidak masuk ke Makkah saat itu namun di tahun yang akan datang, dan sayyidina bin Abi thalib yang menulisnya. Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari bahwa ketika rasulullah memerintahakan sayyidina Ali untuk menulis "Bismillahirrahmanirrahim", maka Suhail berkata: "jangan tulis Ar Rahman Ar Rahim, tetapi tulis Bismikallahumma, karena kami tidak mengenal Ar Rahman Ar Rahim", maka kaum muslimin riuh dan berkata: "mengapa nama Allah dilarang untuk ditulis, tetap tulis nama Allah, jangan hirausakan perkataan kaum quraisy", berkatalah rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "jangan tulis bismillahirrahmanirrahim, tulis bismikallahumma seperti yang mereka mau". Namun sebenarnya sama-sama menyebut nama Allah juga karena orang qurays juga menyembah Allah, namun mereka mempunyai tuhan lain selain Allah. Kemudian rasulullah rasulullah berkata kepada sayyidina Ali : "tulislah, "dari Muhammad rasulullah", maka Suhail berkata : "jangan tulis Rasulullah, jika kami mengakui engkau rasulullah maka kami tidak akan melarang kalian untuk masuk ke Makkah", maka orang muslimin pun kembali riuh dan tidak mau jika nama Rasulullah dihapus. Rasulullah diam kemudian berkata :

وَاللهِ إِنِّي لَرَسُولُ اللهِ وَلَوْ كَذَّبْتُمُوْنِيْ

" Demi Allah, sungguh aku adalah rasulullah meskipun kalian mendustaiku "

Lalu beliau berkata kepada sayyidina Ali : "tulislah dari Muhammad bin Abdillah", maka sayyidina Ali tidak mampu untuk menghapus kalimat Rasulullah dan tangannya pun gemetar, maka rasulullah yang menghapusnya sendiri. Di dalam riwayat Shahih Al Bukhari, Suhail berkata : "jika ada diantara kami yang mau masuk Islam maka harus dengan seizin kami, dan jika kami tidak mengizinkan maka harus kalian kembalikan kepada kami, namun jika ada diantara kalian yang mau masuk ke agama kami dan kembali ke Makkah maka tidak boleh kalian larang". Rasulullah masih diam dan belum menjawab ucapan Suhail, para sahabat mulai riuh dan tidak setuju dengan ucapan Suhail. Maka rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam hanya diam, dan belum selesai rasulullah berbicara, datanglah sayyidina Jandal Bin Suhail dalam keadaan tangan yang terikat, dimana ia ingin masuk Islam namun ditangkap oleh kuffar quraiys, maka ia berkata: "wahai Rasulullah, apakah engkau setujui perjanjian itu, berarti aku harus kembali lagi kepada kaum quraisy, aku datang kesini untuk masuk Islam wahai Rasulullah", maka Suhail berkata: " dalam perjanjian yang pertama ini, dia adalah orang pertama yang harus dikembalikan lagi ke Makkah, dan kami akan membawanya kembali ke Makkah", maka berkatalah Jandal bin Suhail: "wahai Rasulullah jika aku dikembalikan lagi kepada orang quraisy maka aku akan dibantai lebih dari pedihnya siksaan yang telah aku rasakan", maka kaum muslimin pun riuh dan berkata: "wahai Rasulullah bagaimana kita menghalangi orang yang hendak masuk Islam dan menyuruhnya untuk kembali lagi kepada kuffar quraisy?", namun rasulullah tetap menyetujui perjanjian itu kemudian beliau menandatanganinya. 

Maka para sahabat mundur dan bingung, ada yang kecewa dan risau, dan tidak tau harus berbuat apa. Di saat itu berdirilah sayyidina Umar bin Khattab dan berkata : "wahai Rasulullah bukankah engkau benar-benar nabiyullah dan utusan Allah?", tentunya sayyidina Umar bukan ragu dengan kenabian beliau namun beliau hanya ingin mendapatkan jawaban yang jelas agar kaum muslimin menang, maka rasulullah berkata : " balaa (betul) ", sayyidina Umar kembali berkata : "bukankah kita dalam kebenaran dan mereka dalam kebathilan?" , rasulullah berkata : "betul", lalu sayyidina Umar berkata : "lantas mengapa kita menghinakan diri kita kepada musuh-musuh kita yang sudah jelas-jelas mereka salah?!", maka rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab:

إِنِّيْ رَسُولُ اللهِ وَلَنْ يُضَيِّعَنِيَ اللهُ أَبَدًا

" Sesungguhnya aku adalah rasulullah dan Allah tidak akan mengecewakanku"

Maka sayyidina Umar terdiam tidak lagi bisa menjawab perkataan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Kemudian sayyidina Umar datang kepada sayyidina Abu Bakr As Shiddiq dan menceritakan kejadian tadi dan menyampaikan kepada Abu Bakar bahwa rasulullah berkata:

إِنِّيْ رَسُولُ اللهِ وَلَنْ يُضَيِّعَنِيَ اللهُ أَبَدً

maka sayyidina Abu Bakr berkata: "betul, nabi Muhammad adalah utusan Allah dan Allah tidak akan mengecewakan beliau", sayyidina Umar pun terdiam. Maka tidak lama kemudian turunlah firman Allah :

إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَى نَفْسِهِ وَمَنْ أَوْفَى بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

( الفتح:10 )

" Sesungguhnya orang yang berjanji setia kepadamu (Muhammad), sesungguhnya mereka hanya berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah diatas tangan-tangan mereka , maka barangsiapa melanggar janji, maka seseungguhnya ia melanggar atas janjinya sendiri, dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah, maka Dia akan memberinya pahala yang besar " ( QS. Al Fath: 10 )

Semua kaum muslimin saat itu bersumpah bersama rasulullah di dalam perjanjian Hudaibiyah, lalu Allah subhanahu wata'ala berfirman bahwa mereka yang bersumpah setia kepada rasulullah sungguh mereka telah bersumpah setia kepada Allah. Allah subhanahu wata'ala ada dalam sumpah setia mereka. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar