Selasa, 02 November 2010

Wafatnya Para Shalihin

Allah subhana wa ta'ala berfirman :

وَلَوْلاَ رِجَالٌ مُؤْمِنُونَ وَنِسَاءٌ مُؤْمِنَاتٌ لَمْ تَعْلَمُوهُمْ أَنْ تَطَئُوهُمْ فَتُصِيبَكُمْ مِنْهُمْ مَعَرَّةٌ بِغَيْرِ عِلْمٍ لِيُدْخِلَ اللَّهُ فِي رَحْمَتِهِ مَنْ يَشَاءُ لَوْ تَزَيَّلُوا لَعَذَّبْنَا الَّذِينَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا ( الفتح : 25

" Dan kalau bukan karena ada beberapa orang beriman laki-laki dan perempuan yang tidak kamu ketahui, tentulah kamu akan membunuh mereka yang menyebabkan kamu ditimpa kesulitan tanpa kamu sadari , karena Allah hendak memasukkan siapa yang Dia kehendaki ke dalam rahmatNya. Sekiranya mereka terpisah tentu kami akan mengazab orang-orang yang kafir di antara mereka dengan azab yang pedih ". ( QS. Al Fath : 25 )

Saudara/i ku yang dimuliakan Allah…
Kalau bukan karena pria-pria dan wanita-wanita beriman yang tidak diketahui kemuliaan doa dan zikir mereka yang bermunajat memohon keselamatan, kalau seandainya kelompok-kelompok itu tidak ada, para mukminin dan wanita shalihat yang selalu berdoa kepada Allah meminta keselamatan di bumi, jika mereka itu tidak ada niscaya Allah akan tumpahkan siksaan yang pedih bagi semua yang kufur terhadap kenikmatan Allah.

saudara/i ku yang dimuliakan Allah…
Para pemilik jiwa luhur yang bercahaya dengan cahaya munajat, semakin hari semakin sedikit, semakin hari semakin berkurang. Sebagaimana Rasulullah shallallahu alaih wasallam bersabda :

يَذْهَبُ الصَّالِحُونَ الأَوَّلُ فَاْلأَوَّلُ وَيَبْقَى حُفَالَةٌ كَحُفَالَةِ الشَّعِيرِ أَوِ التَّمْرِ لاَ يُبَالِيهِمُ اللَّهُ بَالَةً

“Orang-orang shalih telah pergi (wafat), satu per satu, sampai tidak tersisa seorangpun kecuali manusia-manusia yang buruk, ibarat sampah gandum atau ampas kurma yang Allah tidak lagi mempedulikan mereka sedikitpun.” ( HR. Bukhari )

Maka dari waktu ke waktu para shalihin terus wafat, dan tersisalah para pemilik jiwa yang kosong dari keluhuran cahaya doa , jiwa yang penuh dengan hal-hal yang hina di sisi Allah ta'ala bagaikan ampas-ampas gandum atau sampah yang tidak terlihat kemuliaannya di hadapan Allah ta'ala , karena hari-hari dan jiwanya penuh dengan hal-hal yang dihinakan Allah ta'ala . Tiada lagi tersisa jiwa yang menginginkan Allah, diantara mereka ada yang meminta ini dan itu, tapi adakah yang meminta Allah ? adakah yang meminta cintaNya ? adakah yang meminta ingin dekat denganNya ? adakah yang meminta ingin dicintaiNya ?, adakah yang meminta ingin diridhaiNya ?. Bagaimana Sang Maha mendengar melihat jutaan dan milyaran doa hambaNya dan sedikit dari mereka yang meminta ZatNya untuk dekat, yang meminta ZatNya untuk mencintai , terus menerus mereka meminta ini dan itu, kapan mereka meminta Zat Allah, meminta cinta Allah yang selalu ditawarkan, meminta pengampunan dan keridhaan Allah ???.

Semoga Allah menerangi sanubari kita semua dengan cahaya kemuliaan dan Allah Swt menjaga para shalihin serta memanjangkan usia mereka dalam keluhuran dan kebahagiaan.. Amiin Allahumma Amiin.

Allahu a'lam , Wassalam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar