Kamis, 04 November 2010

Wasiat dan Nasihat dari Habib Umar bin Hafidz


· Penuhilah hatimu dengan kecintaan terhadap saudaramu niscaya akan menyempurnakan kekuranganmu dan mengangkat derajatmu di sisi Allah
· Barang siapa Semakin mengenal kepada Allah niscaya akan semakin takut.
· Barang siapa yang tidak mau duduk dengan orang beruntung, bagaimana mungkin ia akan beruntung dan barang siapa yang duduk dengan orang beruntung bagaimana mungkin ia tidak akan beruntung.
· Barang siapa menjadikan kematiaannya sebagai pertemuan dengan sang kekasih (Allah), maka kematian adalah hari raya baginya.
· Barang siapa percaya pada Risalah (terutusnya Rasulullah), maka ia akan mengabdi padanya. Dan barang siapa percaya pada risalah, maka ia akan menanggung (sabar) karenanya. Dan barang siapa yang membenarkan risalah, maka ia akan mengorbankan jiwa dan hartanya untuknya.
· Kedekatan seseorang dengan para nabi di hari kiamat menurut kadar perhatiannya terhadap dakwah ini.
· Betapa anehnya bumi, semuanya adalah pelajaran. Kukira tidak ada sejengkal tanah di muka bumi kecuali di situ ada ibrah (pelajaran) bagi orang yang berakal apabila mau mempelajarinya.
· Sebaik-baik nafsu adalah yang dilawan dan seburuk-buruk nafsu adalah yang diikuti.
· Tanpa menahan hawa nafsu maka manusia tidak akan sampai pada Tuhannya sama sekali dan kedekatan manusia terhadap Allah menurut kadar pembersihan jiwanya.
· Jikalau sebuah hati telah terbuka, maka akan mendapatkan apa yang diinginkan.
· Barang siapa yang mempunyai samudra ilmu kemudian kejatuhan setetes hawa nafsu, maka hawa nafsu itu akan merusak samudra tersebut.
· Sesaat dari saat-saat khidmat (pengabdian), lebih baik daripada melihat arsy dan seisinya seribu kali.
· Menyatunya seorang murid dengan gurunya merupakan permulaan di dalam menyatunya dengan Rasulullah SAW. Sedangkan menyatunya dengan Rasulullah SAW merupakan permulaan untuk fana pada Allah (lupa selain Allah)
· Manusia di setiap waktu senantiasa terdiri dari dua golongan, golongan yang diwajahnya terdapat tanda-tanda dari bekas sujud dan golongan yang di wajahnya terdapat tanda-tanda dari bekas keingkaran.
· Barang siapa yang menuntut keluhuran, maka tidak akan peduli terhadap pengorbanan.
· Sesungguhnya di dalam sujud terdapat hakikat yang apabila cahanya turun pada hati seorang hamba, maka hati tersebut akan sujud selama-lamanya dan tidak akan mengangkat dari sujudnya.
· Beliau RA berkata tentang dakwah, Yang wajib bagi kita yaitu harus menjadi da’i dan tidak harus menjadi qodli atau mufti (katakanlah wahai Muhammad SAW inilah jalanku, aku mengajak kepada Allah dengan hujjah yang jelas aku dan pengikutku) apakah kita ikut padanya (Rasulullah) atau tidak ikut padanya? Arti dakwah adalah memindahkan manusia dari kejelekan menuju kebaikan, dari kelalaian menuju ingat kepada Allah, dan dari keberpalingan kembali menuju kepada Allah, dan dari sifat yang buruk menuju sifat yang baik.
· Syetan itu mencari sahabat-sahabatnya dan Allah menjaga kekasih-kekasih-Nya.
· Apabila ibadah agung bagi seseorang maka ringanlah adat (kebiasaan) baginya dan apabila semakin agung nilai ibadah dalam hati seseorang maka akan keluarlah keagungan adat darinya.
· Bila benar keluarnya seseorang (di dalam berdakwah), maka ia akan naik ke derajat yang tinggi.
· Keluarkanlah rasa takut pada makhluk dari hatimu maka engkau akan tenang dengan rasa takut pada kholiq (pencipta) dan keluarkanlah berharap pada makhluk dari hatimu maka engkau akan merasakan kenikmatan dengan berharap pada Sang Kholiq.
· Banyak bergurau dan bercanda merupakan pertanda sepinya hati dari mengagungkan Allah dan tanda dari lemahnya iman.
· Hakikat tauhid adalah membaca Al Qur’an dengan merenungi artinya dan bangun malam.
· Tidak akan naik pada derajat yang tinggi kecuali dengan himmah (cita-cita yang kuat).
· Barang siapa memperhatikan waktu, maka ia akan selamat dari murka Allah.
· Salah satu dari penyebab turunnya bencana dan musibah adalah sedikitnya orang yang menangis di tengah malam.
· Orang yang selalu mempunyai hubungan dengan Allah, Allah akan memenuhi hatinya dengan rahmat di setiap waktu.

Mengenal Habib Umar bin Hafidz


Al-Hafiz Al-Musnid Al-Alamah Al-Arif Billah Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin hafidz,  beliau terlahir di Tarim, Hadramaut, salah satu kota tertua di Yaman yang menjadi sangat terkenal di seluruh dunia dengan berlimpahnya para ilmuwan dan para alim ulama yang dihasilkan kota ini selama berabad-abad. Beliau dibesarkan di dalam keluarga yang memiliki tradisi keilmuan Islam dan kejujuran moral dengan ayahnya yang adalah seorang pejuang martir yang terkenal, Sang Intelektual, Sang Da’i Besar, Muhammad bin Salim bin Hafiz bin Shaikh Abu Bakr bin Salim. Ayahnya adalah salah seorang ulama intelektual Islam yang mengabdikan hidup mereka demi penyebaran agama Islam dan pengajaran Hukum Suci serta aturan-aturan mulia dalam Islam. Beliau secara tragis diculik oleh kelompok komunis dan diperkirakan telah meninggal, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya. Demikian pula kedua kakek beliau, al-Habib Salim bin Hafiz dan al-Habib Hafiz bin Abd-Allah yang merupakan para intelektual Islam yang sangat dihormati kaum ulama dan intelektual Muslim pada masanya. Allah seakan menyiapkan kondisi-kondisi yang sesuai bagi al-Habib ‘Umar dalam hal hubungannya dengan para intelektual muslim disekitarnya serta kemuliaan yang muncul dari keluarganya sendiri dan dari lingkungan serta masyarakat dimana ia dibesarkan.
Beliau telah mampu menghafal Al Qur’an pada usia yang sangat muda dan ia juga menghafal berbagai teks inti dalam fiqh, hadith, Bahasa Arab dan berbagai ilmu-ilmu keagamaan yang membuatnya termasuk dalam lingkaran keilmuan yang dipegang teguh oleh begitu banyaknya ulama-ulama tradisional seperti Muhammad bin ‘Alawi bin Shihab dan al-Shaikh Fadl Baa Fadl serta para ulama lain yang mengajar di Ribat, Tarim yang terkenal itu. Maka beliau pun mempelajari berbagai ilmu termasuk ilmu-ilmu spiritual keagamaan dari ayahnya yang meninggal syahid, al-Habib Muhammad bin Salim, yang darinya didapatkan cinta dan perhatiannya yang mendalam pada da'wah dan bimbingan atau tuntunan keagamaan dengan cara Allah s.w.t. Ayahnya begitu memperhatikan sang ‘Umar kecil yang selalu berada di sisi ayahnya di dalam lingkaran ilmu dan dhikr.
Namun secara tragis, ketika al-Habib ‘Umar sedang menemani ayahnya untuk salat Jum‘ah, ayahnya diculik oleh golongan komunis, dan sang ‘Umar kecil sendirian pulang ke rumahnya dengan masih membawa syal milik ayahnya, dan sejak saat itu ayahnya tidak pernah terlihat lagi. Ini menyebabkan ‘Umar muda menganggap bahwa tanggung jawab untuk meneruskan pekerjaan yang dilakukan ayahnya dalam bidang Da‘wah sama seperti seakan-akan syal sang ayah menjadi bendera yang diberikan padanya di masa kecil sebelum beliau mati syahid. Sejak itu, dengan sang bendera dikibarkannya tinggi-tinggi, ia memulai, secara bersemangat, perjalanan penuh perjuangan, mengumpulkan orang-orang, membentuk Majelis-majelis dan da’wah. Perjuangan dan usahanya yang keras demi melanjutkan pekerjaan ayahnya mulai membuahkan hasil. Kelas-kelas mulai dibuka bagi anak muda maupun orang tua di mesjid-mesjid setempat dimana ditawarkan berbagai kesempatan untuk menghafal Al Qur’an dan untuk belajar ilmu-ilmu tradisional.
Ia sesungguhnya telah benar-benar memahami Kitab Suci sehingga ia telah diberikan sesuatu yang khusus dari Allah meskipun usianya masih muda. Namun hal ini mulai mengakibatkan kekhawatiran akan keselamatannya dan akhirnya diputuskan beliau dikirim ke kota al-Bayda’ yang terletak di tempat yang disebut Yaman Utara yang menjadikannya jauh dari jangkauan mereka yang ingin mencelakai sang sayyid muda.
Disana dimulai babak penting baru dalam perkembangan beliau. Masuk sekolah Ribat di al-Bayda’ ia mulai belajar ilmu-ilmu tradisional dibawah bimbingan ahli dari yang Mulia al-Habib Muhammad bin ‘Abd-Allah al-Haddar, semoga Allah mengampuninya, dan juga dibawah bimbingan ulama mazhab Shafi‘i al-Habib Zain bin Sumait, semoga Allah melindunginya. Janji beliau terpenuhi ketika akhirnya ia ditunjuk sebagai seorang guru tak lama sesudahnya. Ia juga terus melanjutkan perjuangannya yang melelahkan dalam bidang Da‘wah.
Kali ini tempatnya adalah al-Bayda’ dan kota-kota serta desa-desa disekitarnya. Tiada satu pun yang terlewat dalam usahanya untuk mengenalkan kembali cinta kasih Allah dan Rasul-Nya s.a.w pada hati mereka seluruhnya. Kelas-kelas dan majelis didirikan, pengajaran dimulai dan orang-orang dibimbing. Usaha beliau yang demikian gigih menyebabkannya kekurangan tidur dan istirahat mulai menunjukkan hasil yang besar bagi mereka tersentuh dengan ajarannya, terutama para pemuda yang sebelumnya telah terjerumus dalam kehidupan yang kosong dan dangkal, namun kini telah mengalami perubahan mendalam hingga mereka sadar bahwa hidup memiliki tujuan, mereka bangga dengan indentitas baru mereka sebagai orang Islam, mengenakan sorban/selendang Islam dan mulai memusatkan perhatian mereka untuk meraih sifat-sifat luhur dan mulia dari Sang Rasul Pesuruh Allah s.a.w.
Sejak saat itu, sekelompok besar orang-orang yang telah dipengaruhi beliau mulai berkumpul mengelilingi beliau dan membantunya dalam perjuangan da‘wah maupun keteguhan beliau dalam mengajar di berbagai kota besar maupun kecil di Yaman Utara. Pada masa ini, beliau mulai mengunjungi banyak kota-kota maupun masyarakat diseluruh Yaman, mulai dari kota Ta'iz di utara, untuk belajar ilmu dari mufti Ta‘iz al-Habib Ibrahim bin Aqil bin Yahya yang mulai menunjukkan pada beliau perhatian dan cinta yang besar sebagaimana ia mendapatkan perlakuan yang sama dari Shaikh al-Habib Muhammad al-Haddar sehingga ia memberikan puterinya untuk dinikahi setelah menyaksikan bahwa dalam diri beliau terdapat sifat-sifat kejujuran dan kepintaran yang agung.
Tak lama setelah itu, beliau melakukan perjalanan melelahkan demi melakukan ibadah Haji di Mekkah dan untuk mengunjungi makam Rasul s.a.w di Madinah. Dalam perjalanannya ke Hijaz, beliau diberkahi kesempatan untuk mempelajari beberapa kitab dari para ulama terkenal disana, terutama dari al-Habib 'Abdul Qadir bin Ahmad al-Saqqaf yang menyaksikan bahwa di dalam diri ‘Umar muda, terdapat semangat pemuda yang penuh cinta kepada Allah dan Rasul-Nya s.a.w dan sungguh-sungguh tenggelam dalam penyebaran ilmu dan keadilan terhadap sesama umat manusia sehingga beliau dicintai al-Habib Abdul Qadir salah seorang guru besarnya. Begitu pula beliau diberkahi untuk menerima ilmu dan bimbingan dari kedua pilar keadilan di Hijaz, yakni al-Habib Ahmed Mashur al-Haddad dan al-Habib 'Attas al-Habashi.
Sejak itulah nama al-Habib Umar bin Hafiz mulai tersebar luas terutama dikarenakan kegigihan usaha beliau dalam menyerukan agama Islam dan memperbaharui ajaran-ajaran awal yang tradisional. Namun kepopuleran dan ketenaran yang besar ini tidak sedikitpun mengurangi usaha pengajaran beliau, bahkan sebaliknya, ini menjadikannya mendapatkan sumber tambahan dimana tujuan-tujuan mulia lainnya dapat dipertahankan. Tiada waktu yang terbuang sia-sia, setiap saat dipenuhi dengan mengingat Allah dalam berbagai manifestasinya, dan dalam berbagai situasi dan lokasi yang berbeda. Perhatiannya yang mendalam terhadap membangun keimanan terutama pada mereka yang berada didekatnya, telah menjadi salah satu dari perilaku beliau yang paling terlihat jelas sehingga membuat nama beliau tersebar luas bahkan hingga sampai ke Dunia Baru.
Negara Oman akan menjadi fase berikutnya dalam pergerakan menuju pembaharuan abad ke-15. Setelah menyambut baik undangan dari sekelompok Muslim yang memiliki hasrat dan keinginan menggebu untuk menerima manfaat dari ajarannya, beliau meninggalkan tanah kelahirannya dan tidak kembali hingga beberapa tahun kemudian. Bibit-bibit pengajaran dan kemuliaan juga ditanamkan di kota Shihr di Yaman timur, kota pertama yang disinggahinya ketika kembali ke Hadramaut, Yaman. Disana ajaran-ajaran beliau mulai tertanam dan diabadikan dengan pembangunan Ribat al-Mustafa. Ini merupakan titik balik utama dan dapat memberi tanda lebih dari satu jalan, dalam hal melengkapi aspek teoritis dari usaha ini dan menciptakan bukti-bukti kongkrit yang dapat mewakili pengajaran-pengajaran di masa depan.
Kepulangannya ke Tarim menjadi tanda sebuah perubahan mendasar dari tahun-tahun yang ia habiskan untuk belajar, mengajar, membangun mental agamis orang-orang disekelilingnya, menyebarkan seruan dan menyerukan yang benar serta melarang yang salah. Dar-al-Mustafa menjadi hadiah beliau bagi dunia, dan di pesantren itu pulalah dunia diserukan. Dalam waktu yang dapat dikatakan demikian singkat, penduduk Tarim akan menyaksikan berkumpulnya pada murid dari berbagai daerah yang jauh bersatu di satu kota yang hampir terlupakan ketika masih dikuasai para pembangkang komunis. Murid-murid dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Kepulauan Comoro, Tanzania, Kenya, Mesir, Inggris, Pakistan, Amerika Serikat dan Kanada, juga negara-negara Arab lain dan negara bagian di Arab akan diawasi secara langsung oleh Habib Umar. Mereka ini akan menjadi perwakilan dan penerus dari apa yang kini telah menjadi perjuangan asli demi memperbaharui ajaran Islam tradisional di abad ke-15 setelah hari kebangkitan. Berdirinya berbagai institusi Islami serupa di Yaman dan di negara-negara lain dibawah manajemen al-Habib Umar akan menjadi sebuah tonggak utama dalam penyebaran Ilmu dan perilaku mulia serta menyediakan kesempatan bagi orang-orang awam yang kesempatan tersebut dahulunya telah dirampas dari mereka.
Habib ‘Umar kini tinggal di Tarim, Yaman dimana beliau mengawasi perkembangan di Dar al-Mustafa dan berbagai sekolah lain yang telah dibangun dibawah manajemen beliau. Beliau masih memegang peran aktif dalam penyebaran agama Islam, sedemikian aktifnya sehingga beliau meluangkan hampir sepanjang tahunnya mengunjungi berbagai negara di seluruh dunia demi melakukan kegiatan-kegiatan mulianya.

Selasa, 02 November 2010

Wafatnya Para Shalihin

Allah subhana wa ta'ala berfirman :

وَلَوْلاَ رِجَالٌ مُؤْمِنُونَ وَنِسَاءٌ مُؤْمِنَاتٌ لَمْ تَعْلَمُوهُمْ أَنْ تَطَئُوهُمْ فَتُصِيبَكُمْ مِنْهُمْ مَعَرَّةٌ بِغَيْرِ عِلْمٍ لِيُدْخِلَ اللَّهُ فِي رَحْمَتِهِ مَنْ يَشَاءُ لَوْ تَزَيَّلُوا لَعَذَّبْنَا الَّذِينَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا ( الفتح : 25

" Dan kalau bukan karena ada beberapa orang beriman laki-laki dan perempuan yang tidak kamu ketahui, tentulah kamu akan membunuh mereka yang menyebabkan kamu ditimpa kesulitan tanpa kamu sadari , karena Allah hendak memasukkan siapa yang Dia kehendaki ke dalam rahmatNya. Sekiranya mereka terpisah tentu kami akan mengazab orang-orang yang kafir di antara mereka dengan azab yang pedih ". ( QS. Al Fath : 25 )

Saudara/i ku yang dimuliakan Allah…
Kalau bukan karena pria-pria dan wanita-wanita beriman yang tidak diketahui kemuliaan doa dan zikir mereka yang bermunajat memohon keselamatan, kalau seandainya kelompok-kelompok itu tidak ada, para mukminin dan wanita shalihat yang selalu berdoa kepada Allah meminta keselamatan di bumi, jika mereka itu tidak ada niscaya Allah akan tumpahkan siksaan yang pedih bagi semua yang kufur terhadap kenikmatan Allah.

saudara/i ku yang dimuliakan Allah…
Para pemilik jiwa luhur yang bercahaya dengan cahaya munajat, semakin hari semakin sedikit, semakin hari semakin berkurang. Sebagaimana Rasulullah shallallahu alaih wasallam bersabda :

يَذْهَبُ الصَّالِحُونَ الأَوَّلُ فَاْلأَوَّلُ وَيَبْقَى حُفَالَةٌ كَحُفَالَةِ الشَّعِيرِ أَوِ التَّمْرِ لاَ يُبَالِيهِمُ اللَّهُ بَالَةً

“Orang-orang shalih telah pergi (wafat), satu per satu, sampai tidak tersisa seorangpun kecuali manusia-manusia yang buruk, ibarat sampah gandum atau ampas kurma yang Allah tidak lagi mempedulikan mereka sedikitpun.” ( HR. Bukhari )

Maka dari waktu ke waktu para shalihin terus wafat, dan tersisalah para pemilik jiwa yang kosong dari keluhuran cahaya doa , jiwa yang penuh dengan hal-hal yang hina di sisi Allah ta'ala bagaikan ampas-ampas gandum atau sampah yang tidak terlihat kemuliaannya di hadapan Allah ta'ala , karena hari-hari dan jiwanya penuh dengan hal-hal yang dihinakan Allah ta'ala . Tiada lagi tersisa jiwa yang menginginkan Allah, diantara mereka ada yang meminta ini dan itu, tapi adakah yang meminta Allah ? adakah yang meminta cintaNya ? adakah yang meminta ingin dekat denganNya ? adakah yang meminta ingin dicintaiNya ?, adakah yang meminta ingin diridhaiNya ?. Bagaimana Sang Maha mendengar melihat jutaan dan milyaran doa hambaNya dan sedikit dari mereka yang meminta ZatNya untuk dekat, yang meminta ZatNya untuk mencintai , terus menerus mereka meminta ini dan itu, kapan mereka meminta Zat Allah, meminta cinta Allah yang selalu ditawarkan, meminta pengampunan dan keridhaan Allah ???.

Semoga Allah menerangi sanubari kita semua dengan cahaya kemuliaan dan Allah Swt menjaga para shalihin serta memanjangkan usia mereka dalam keluhuran dan kebahagiaan.. Amiin Allahumma Amiin.

Allahu a'lam , Wassalam.

Orang Sholeh Tak Boleh Sombong & Bagi Pendosa Jangan Putus Asa

Assalamu'alaikum.

(Kutipan Tausyiah Habib Munzir)

Rasul SAW bersabda diriwayatkan didalam Shohih Bukhori:

“inaa ahadakum ya’malu bi amali ahlinnaar hatta yakun bainahu wa bainaha illa dziro, fa yasbit alaihil-kitaab fa ya’mal bi amali ahlil-jannah fa yadkhuluha wa inna ahadakum ya’malu bi ‘amali ahlil-jannah hatta yakun bainahu wa bainaha illa dziro, fa yasbit ‘alaihi kitab fa ya’mal bi ‘amali ahlinaar fa yadkhuluha”

Ada diantara kalian kata Rasul, maksudnya diantara manusia yang beramal dengan amalan ahli surga, amal sholeh siang dan malam sampai antara dia dengan surga tinggal satu hasta, lantas didahului oleh takdirnya Allah, lantas dia beramal dengan amal ahli neraka dan dia masuk nereka, ada diantara kalian yang beramal dengan amalan ahli nereka, sampai antara dia dengan neraka satu hasta saja, didahului ia oleh keputusan Allah, maka ia beramal dengan amalan ahli surga dan ia masuk kedalamnya.

Saudara/i ku ini adalah salah satu tahdzir (peringatan) bagi orang-orang yang banyak beramal sholeh dan Roja’ (harapan) bagi mereka yang berbuat dosa,

Kesimpulan ringkas dari hadis ini adalah orang yang banyak beramal jangan sombong dengan amalnya dan orang yang banyak dosa jangan putus asa dari pengampunan Allah, itu saja ringkasan dari makna hadits itu, barangkali hadits ini sering didengar oleh kalian dan bingung maknanya, (hingga berkesimpulan) buat apa kalau begitu beramal sholeh kalau toh takdirnya nanti masuk neraka, buat apa pula kita cepat buru-buru toh bisa saja nanti akhirnya ketentuan Allah masuk surga, bukan demikian, yang dimaksud adalah orang yang beramal sholeh jangan sombong dengan amal sholehnya, menghina orang-orang yang berbuat kemunkaran, (sampai mencaci) kalian ini ahli neraka, puntung nereka, sudah bau nereka dan lain sebagainya, jangan berbuat demikian, dan orang-orang yang banyak dosa pun jangan putus asa dari rahmat-Nya Allah SWT, demikian makna dari hadits ini.

Jika orang-orang telah melihat kelak nanti betapa megahnya surga-surga Allah itu, betapa megahnya istana-istana surga dan betapa indahnya, mereka menyesal kalau mereka tahu seperti itu indahnya, bibirnya tidak akan berhenti menyebut nama Allah sepanjang hidupnya, tidak akan rela bibirnya berhenti memanggil nama Allah, jika mereka tahu betapa megah dan indahya surga, lebih-lebih lagi jika mereka tahu betapa agungnya kasih sayang Allah, jika seorang hamba telah ditimbang amalnya dan amalnya lebih banyak dosa daripada pahala, ia telah berdiri dipintu neraka dan ia berbalik, wahai Allah, aku sangka Engkau tidak akan memasukkanku kedalam neraka, maka Allah menahannya dari jurang neraka, hambaku, masuk kedalam surga dengan sangka baikmu kepada-Ku, demikianlah jawaban cinta, sangka baik mesti datang dari cinta, demikian perlakuan-Nya terhadap yang mencintai-Nya, Jalla wa’ala, semoga Allah menerangi jiwa kita dengan cinta kepada-Nya siang dan malam.

Amiin Allahumma amiin.

Allahu a'lam , Wassalam.

Ayooo..Hapus Dosa2mu!

Assalamu'alaikum.

(Kutipan Tausyiah Habib Munzir)

Rasul saw bersabda diriwayatkan dalam shahih Bukhari : "Barang siapa yang membaca subhanallah 33, Alhamdulillah 33, Allahuakbar 33 di akhiri dengan Lailahaillallah wahdahu laa syarikalah lahul mulku walahul hamdu yuhyi wayumittu wahuwa 'alla kulli syaiin qadir setiap habis shalat, jatuh dosa-dosa nya walau sebanyak buih di lauta".

Berapa kau akan beli pengampunan dosa ini, terhapusnya dosa-dosa kita, kalau (seandainya) kita punya langit dan bumi, tapi (ada) satu dosa tidak di maafkan oleh Allah (maka) kekal kita dalam api neraka,tidak berguna seluruh langit dan bumi beserta isinya kalau kita miliki,satu dosa tidak di maafkan Allah pasti kita akan kekal di dalam neraka,orang keluar dari neraka karna di maafkan oleh Allah dosanya, kalau Allah tidak memaafkan ia abadi, ini sang pembawa rahmah lil alamin Nabi Muhammad saw mengajarkan kita agar terhapus dosa kita, ayo hapus dosa-dosa mu setelah habis shalat membaca subhanallah 33, Alhamdulillah 33, Allahuakbar 33 diakhiri dengan Lailahaillallah wahdahu laa syarikalah lahul mulku walahul hamdu yuhyi wayumitu wahuwa 'ala kulli syaiin qadir mulai besok subuh jangan tinggalkan ini,pastikan dosa-dosa mu runtuh dan jangan kau tinggalkan selama shalat lima waktu dan terus sampai kau wafat, dan kau akan temukan betapa agungnya kalimat-kalimat dzikir yang di ajarkan Nabi Muhammad saw wa barak’alaihi.

Rasul saw bersabda barang siapa yang membaca "subhanallah wabihamdih" 100 kali di setiap harinya, maka Allah swt akan menghapus dosa-dosanya riwayat shahihu Bukhari, "subhanallah wabihamdih", subhanallah wabihamdih adalah kalimat yang paling di cintai Allah demikian riwayat sahih muslim ahabul kalimah ilallah subhanallah wabihamdih, subhanallah wabihamdih jika di amalkan akan menerangi jiwa kita membuat hati kita sejuk dan tenang dan akan terbuka banyak kemudahan dalam hari-hari,coba mulai besok amalkan subhanallah wabihamdih setiap pagi 100 kali ,tidak sampai lima menit "subhanallah wabihamdih" 100 kali kau akan lihat hari itu penuh dengan ketenangan, kesejukan dan kebahagiaan,warisi Rahmat yang Allah datangkan dengan kebangkitan Nabi Muhammad saw wa barak’alaihi.

Hadirin hadirot dari salah satu doa nya Rasul saw, juga beliau setiap habis shalat berdo'a "Allahumma laa mani'a limaa a'thoit walaa mu'tya limaa mana'ta walaa rodda lima qodoiyta walaa yanfau dzal jaddi minka jaddu", itu riwayat shahihhul Bukhari, Rasul setiap habis shalat membaca itu,itu di baca kalau kita shalat berjama'ah,ahlu sunnah wal jama'ah ,sebagian orang yang tidak, mengerti,mengatakan tidak ada dzikir habis shalat, subhanallah..!! sunah Muhammad saw menanti pengampunan dan rahmat menanti,warisi kemuliaan ini,inilah kebahagiaan dan anugrah yang sangat besar dan agung.

Allahu a'lam , wassalam

Tanya Jawab Tentang Qurban

- Pertanyaan :
Assalamu ‘alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh….
Semoga Keberkahan selalu terlimpah Kepada Habib,Keluarga & seluruh Jama'ah Majelis Rasulullah.

Habib yang saya cintai , saya ada beberapa pertanyaan :

Bagaimanakah ucapan / Lafad Niat untuk Orang yang melaksanakan Qurban ? , mudah-mudahan Habib bisa mengirimkan jawabannya dengan Huruf arab dan terjemahannya. 

* Jawaban :
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Anugerah dan Cahaya Rahmat Nya semoga selalu menerangi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
Lafadznya mudah saja : "Bismillah, Allahumma Taqabbal min.....(nama orang yg berkurban)....

artinya : Dengan Nama Allah, Wahai Allah terimalah ini dari ........,

sebagaimana Rasul saw berkurban untuk beliau saw dan atas nama ummat beliau saw :
بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ

Wahai Allah terimalah Qurban ini dari Muhammad dan dari keluarga Muhammad dan Ummat Muhammad

========================
-Pertanyaan :
Assalamualaikum wr wb
semoga kejayaan dan keberkahan terlimpahkan kepada habib dan para jamaah semua.
habib yang mulia .....
1. pada hari qurban yang lalu, saya diberi kepercayaan seseorang dengan memberi uang 800rb untuk berqurban, saya akhirnya membelikan kambing dg harga 700rb dan 100rb saya berikan kepada panitia (untuk mengurusnya?), bolehkah hal tesebut?
2. kambing dengan harga tesebut sangatlah kecil, yg harga 800rb jg menurut saya hampir sama saja. setelah kambing disembelih dan dipotong2x, ada salah satu panitia yang berkata bahwa kambing tersebut belum powel (berganti gigi?) dan ia berkata bahwa untuk qurban kambing haruslah sudah powel, apa saja syarat binatang yg dqurban? kemudian bagaimana dg kurban tersebut apakah sah, terus terang saya buta masalah kambing sehingga hanya berbaik sangka pada penjual (yg jelas2 jual kambing untuk qurban)?
apa yang harus saya lakukan? apakah harus menggantinya? jika harus menggantinya, apakah harus di hari qurban berikutnya?

* Jawaban :
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kesejukan kasih sayang Nya semoga selalu menerangi hari hari anda dg kebahagiaan,

Saudaraku yg kumuliakan,
1. memang dalam pelaksanaan Qurban disyaratkan memberi upah penyembelihan.

2. Memang untuk kambing kurban disyaratkan sudah kupak (berganti gigi) meskipun hanya satu gigi yang sudah kupak bila kambingnya kambing domba (biri-biri) sekalipun belum mencapai umur satu tahun asalkan sudah mencapai 6 bulan atau lebih, adapun untuk kambing kacang (bandot) atau kambing jawa maka disyaratkan sudah mencapai dua tahun genap paling minimal.

Syarat-syarat binatang kurban jika berupa kambing maka syarat disebutkan diatas dan jika kerbau / sapi maka harus mencapai umur 2 tahun genap ditambah lagi untuk keduanya dengan syarat-syarat berikut: tidak boleh mempunyai penyakit gatal-gatal, tidak boleh pincang kakinya, tidak boleh sakit kecuali sakit ringan yang tidak mempengaruhi dagingnya, tidak boleh yang buta atau picek matanya, tidak gila, tidak terpotong bagian kupingnya atau lidahnya, tidak tanggal seluruh giginya.

Tidak dijelaskan bagaimana sebenarnya kambing anda tapi jika memang giginya belum kupak / powel / berganti yang jelas tidak sah kurbannya tapi biarpun demikian anda masih mendapat pahala sodaqoh dengan daging kambing yang anda berikan pada orang lain.

Jika yg anda kurbankan berupa kurban sunah maka anda tidak diwajibkan menggantinya tapi jika kurban tersebut kurban wajib dengan sebab dinadzarkan maka anda wajib menggantinya dan tidak perlu menuggu waktu kurban yang akan datang dan ini jika sudah dipastikan bahwa hewan kurban anda tidak sah.

========================

- Pertanyaan :
Assalamu'alaikum.
habib saya mau tanya....
apa hukumnya seorang umat nonmuslim yang memberi hewan kurban......
apa dia dapat pahala berkurban....?????
wasalam

* Jawaban :
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda dg kesejahteraan,

Saudaraku yg kumuliakan,
hewan itu halal untuk mislimin namun pahalanya tidak sampai.

ada pendapat bahwa pahala pahala non muslim akan sampai padanya saat ia masuk islam, sebagaimana riwayat shahih Bukhari bahwa Rasul saw ditanya oleh seorang sahabat beliau saw, wahai Rasulullah, aku banyak berbuat kebaikan saat aku dalam jahiliyah.., maka Rasul saw bersabda : pahalamu tetap untukmu.

sebagian ulama mengatakan pahala pahala non muslim tidak sampai, tapi tertahan dan akan sampai padanya setelah ia masuk islam, namun sebagian ulama menjelaskan bahwa itu adalah kekhususan dimasa awal islam yaitu dimasa Rasul saw.

ringkasnya adalah pahala tidak sampai kepada non muslim, jika mereka masuk islam maka amal baiknya dimasa ia diluar islam sampai padanya, selain amal yg ia niatkan untuk Tuhan selain Allah.
========================
- Pertanyaan :
Assalamu'alaikum warohmatulloh wabarokatuh
berhubungan dengan hewan kurban..yang pernah saya tau hewan kurban kambing hanya untuk satu orang dan 7orang buat hewan kurban sapi!!

yang saya tanyakan..bagaimana dengan iuran disekolah-sekolah yang dibuat untuk beli hewan kurban??pa boleh atas nama sekolah??orangnya kan lebih dari yang sudah ditetapkan!! terima kasih!!

* Jawaban : 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Anugerah dan Cahaya Rahmat Nya semoga selalu menerangi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
pendapat yg terkuat memang satu kambing satu orang, demikian dalam madzhab syafii, namun ada pendapat juga di madzhab syafii boleh satu kambing atas nama keluarga, maka dari pendapat ini maka bisa saja atas nama beberapa orang, namun yg terbaik adalah satu kambing satu orang,

====================

- Pertanyaan :
Assalaamualaikum Wr Wb.

Yg Saya muliakan Hb Munzir Al Musawa semoga antum selalu dalam keadaan sehat walafiat, dipanjangkan umur dan dijauhkan dari segala penyakit dan bala' Amin.

Ya Habib ana InsyaAllah tahun ini mau berkorban karena baru ada rezekinya, tetapi banyak yg bilang kalau blm akikah belum boleh berkurban (saya sdh akikah tetapi baru 1 kambing sedangkan kewajiban saya 2 ekor kambing karena laki-laki) bagaimana ya habib? Apakah memang ada hukum seperti itu? Kalau memang saya bersikeras untuk berkurban bagaimana hukumnya?

Terimakasih, wassalaamualaikum Wr. Wb.

* Jawaban :
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
Qurban dan Aqiqah adalah dua perbuatan sunnah dan tidak wajib, tidak saling menghalangi satu sama lain, namun jika ditanya, mana yg didahulukan?, tentunya aqiqah, namun jika ia ingin Qurban tanpa Aqiqah maka Qurbannya sah, karena Aqiqah sunnah hukumnya demikian pula Qurban, tidak saling menghalangi satu sama lain,

namun sebaiknya dipadu saja dua niat dalam satu penyembelihan, hal ini dperbolehkan, demikian dalam Madzhab Syafii.

ber Aqiqah diperbolehkan walau telah dewasa, bahkan sebagian ulama mengatakan boleh walau orangnya telah wafat.

tak ada hadits penjelas bahwa Aqiqah dan Qurban saling emnghalangi, dan tak ada pula hadits shahih yg menjelaskan Aqiqah dan Qurban tidak saling menghalangi, namun hal ini merupakan Hukum Syariah bahwa hal yg sunnah tidak saling menghalangi.

===================

- Pertanyaan :
kemudian jika memang diniatkan untukKurban sekaligus akikah apakah berarti nanti akikahnya sdh terbayarkan dan tidak usah akikah lagi? dan bagaimana dengan daging kurbannya, karena akikah disunahkan dibagikan dalam keadaan matang.

Mohon pencerahannya ya Habib.
Terimakasih,

wassalaamualaikum Wr. Wb.

* Jawaban :
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
betul, keduanya sudah tertunaikan, tanpa perlu aqiqah lagi, namun dalam hal ini baiknya dagingnya dibagikan mentah, karena menurut Imam Ibn Hajar Al Haitsami bahwa wajib daging qurban dalam keadaan matang, sedangkan daging aqiqah tidak wajib, tapi sunnah dalam keadaan matang.

namun dalam kitab yg sama (Attuhfah) bahwa Imam Ramli mengatakan sah,

saran saya dipadu niatnya., namun dagingnya mentah saja dibagikan, demi menghindari ikhtilaf akan tidak sah nya daging qurban jika matang.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a'lam

Seputar Qurban dan Ketentuannya

Assalamualaikum wr wb.

Oleh : Sayyid Muhammad bin Alwi AlHaddad.

Berqurban/Udhiyah adalah Menyembelih hewan ternak yang 3 jenis yaitu Onta,Sapi atau Kambing dalam rangka Taqarrub ilallah (mendekatkan diri kpd Allah swt) dilaksanakan pada hari9 raya Iedul Adha dan 3 hari setelahnya.Berqurba n satu ekor onta atau sapi bisa menjadi qurbqn untuk 7 orang adapun satu ekor kambing hanya untuk 1 orang,adapun berpatungan membeli hewan qurban maka tidak sah qurbannya HANYA saja menjadi pahala sedekah.

Hukum berqurban adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) dan dapat menjadi wajib bila di NAZAR kan,seperti pernyataan 'saya Nazar akan berqurban'. Nabi Muhammad saw bersabda : 'Dihari Nahr (Iedul Adha) tidak ada yang lebih afdhol dilakukan anak Adam (manusia) melainkan menumpahkan darah Qurban,Sesungguhnya Hewan itu akan datang di hari kiamat dengan tanduk dan kukunya.Dan sesungguhnya darahnya akan sampai disuatu tempat dihadapan Allah swt sebelum menetes ke bumi,maka kerjakanlah dengan senang hati'. Berkata Imam Syafe'i 'Aku tidak akan mengizinkan siapapun yang mampu untuk meninggalkannya' , yakni hukumnya makruh jika mampu berqurban tapi tidak melaksanakannya.

Waktu berqurban yaitu setelah sholat Iedul adha dan 2 khutbahnya tgl 10 Dzulhijjah sampai masuk waktu Magrib di hari Tasyrik yang ke 3 atau tanggal 13 dzulhijjah. Hewan yang sah dijadikan qurban harus normal dan sehat tanpa cacat pada bagian2 berikut :

- Mata (picak/rusak yang jelas sebelah matanya)
- Kaki (pincang yang jelas jika lari dgn kambing sebayanya tertinggal)
- Sakit yang nampak jelas kurus hingga mempengaruhi kwalitas dagingnya)
- Tubuhnya kurus mempengaruhi hilangnya sumsum)
- Putus yang banyak pada kuping/ekornya atau lahir tanpa kuping.

Adapun jika cacatnya ditanduk (pecah/belah) atau hewan yang dikebiri boleh2 saja,bahkan Nabi saw pernah berqurban dengan 2 kambing yang di kebiri.Hewan yang di Qurban lebih afdhol yang :
- Bertanduk
- Berwarna Putih atau Putihnya dominan krn lebih afdhol dari warna gelap/hitam.
- Hewan berwarna gelap namun gemuk lbh afdhol dari putih tapi kurus.
- Kambing betina yang tidak melahirkan lbh afdhol dari yang jantan.
- Kambing jantan lbh afdhol dari yang betina yang melahirkan.

Disunnahkan menyembelih sendiri jika memiliki keahlian,seperti yang dilakukan Rasulullah saw jika tidak maka sunnah menyaksikan penyembelihannya sebagaimana Rasul saw bersabda kepada Sayyidah Fatimah ketika berqurban "Bangun dan saksikanlah, sesungguhnya tetesan darah pertama (hewan qurban tsb) adalah penghapusan dosa mu'.

Ketika menyambelih disunnahkan beberapa hal sbb :

1.Menajamkan pisau.
2.Membaca Bismillah jika tidak hukumnya makruh namun halal dagingnya (menurut Imam Syafe'i , menurut Imam Hanifah hukumnya wajib membaca Bismillah).
3.Bersholawat kepada Nabi Muhammad saw.
4.Penyembelih menghadapkan dirinya dan hewan qurbannya ke kiblat dengan dibaringkan ke sebelah kiri.
5.Bertakbir (AllahuAkbar) boleh 1x atau 3x.
6.Berdoa agar Qurbannya diterima Allah swt,seraya berucap :
"Allahumma minka wa alaika,Taqqaballah. ." artinya 'Ya Allah qurban ini nikmatMu dan dengannya aku mendekatkan diri kepadaMu,maka terimalah..' .

Adapun bagi yang berqurban sunnah maka boleh baginya memakan dagingnya hingga 1/3 dan yang sunnah dimakan adlah hatinya,sebagaimana dilakukan Nabi saw,tapi wajib dari bagian daging hewan qurban tsb diberikan untuk faqir miskin,sebagaimana Firman Allah swt didalam surah alHajj ayat 28, artinya "Maka makanlah sebagian dari padanya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang2 sengsara lagi Faqir". Namun afdholnya menyedekahkan semuanya kecuali beberapa suap untuk dimakan dengan niat TABARRUK (mengharap berkah) karena qurban ini adalah jamuan Allah swt untuk seluruh umat Islam.

Daging qurban hanya boleh dimakan oleh orang Muslim baik miskin ataupun kaya.Namun demikian orang yang mampu hendaklah berlaku BIJAK dengan lebih mengutamakan orang miskin. 'Daging qurban tidak boleh di berikan kepada orang non muslim walaupun tetangga'

'Sedangkan Bagi yang berqurban karena NAZAR ia wajib menyedekahkan semua daging hewan qurbannya tanpa memakannya sedikitpun'.

Daging qurban harus dibagikan mentah bukan diolah (dimasak) sehingga si penerima bisa memakan atau menjualnya,berbeda dengan Aqiqah.Daging qurban boleh dimakan walaupun hari tasyrik (3 hari setelah iedul adha) sudah lewat.

Bagi yang hendak berqurban disunnahkan TIDAK memotong Rambut atau Kuku,mulai taggal 10 s/d 13 Dzulhijjah (walaupun pada hari Jum'at) agar seluruh anggota tubuhnya mendapat ampunan dan bebas dari api neraka.

Dalam melaksanakan qurban diHARAM kan beberapa hal sbb :
1.Menyewa tukang potong lalu memberikan upah.
Ket : Adapun jika meminta tolong pada orang tsb untuk menyembelih qurban lalu yang qurban/panitia memberi sedekah atau hadiah berupa uang atau kulit hewan atau apapun yang demikian itu dibolehkan (memberi sedekah/hadiah BUKAN upah).Tapi sepatutnya para pemotong hewan berniat Ibadah dan menolong karena qurban adalah sarana mendekatkan diri pada Allah swt (besar pahalanya) jadi tidak sepatutnya dijadikan Obyekan/Bisnis.

2.Diharamkan pula menjuala bagian apapun dari hewan qurban tsb ,baik daging,tanduk, kulit atau yang lainnya,Nabi saw bersabda : 'Siapa menjual kulit qurbannya maka ia takkan mendapat pahalanya'.HR. Tirmidzi)

3.Semua bagian yang sudah dibagikan baik daging atau kulit boleh dimakan ataupun dijual (terserah si penerima).

4.Jika terdapat Mushollah,Masjid, Majelis Taklim atau Panitia yang menerima hewan qurbqn lalu hendak menjual kulit hewan qurban tsb supaya menjadi HALAL hukumnya Panitia HARUS meminta kulit hewan qurban tsb lebih dahulu dari orang yang berqurban,jadi kulit tsb sudah menjadi milik panitia setelah itu sah lah kulit tsb jika hendak dijualpun halal.

Contoh 1 : Apabila datang kepada panitia hewan qurban seorang yang hendak berqurban membawa,hendaklah Panitia tsb meminta langsung kulit hewan qurban tsb kepada yang berqurban.
Contoh 2 : Apabila telah terkumpul kulit hewan qurban yang sudah disembelih,maka hendaknya diberikan terlebih dahulu kepada si penerima baik seorang panitia atau orang muslim lainnya selanjutnya terserah si penerima akan dijual atau diapakan saja Boleh/Halal.

Bolehkah berqurban dengan dua niat (niat Qurbqn dan Aqiqah)...?
- Menurut Imam Romli hal tsb di bolehkan (Imam Romli bermadzhab Imam Syafe'i).

Demikianlah Seputar Qurban dan Ketentuannya, Apabila ada permasalahan yang kurang dimengerti hendaknya ditanyakan kepada Alim Ulama setempat.

Mohon Maaf
Wassalamualaikum wr wb.